free page hit counter

Arti Ikan Bandeng Saat Lebaran China

Tepat pada tanggal 31 Januari yang merupakan Hari Raya Tahun Baru Imlek tersebut bukan hanya sekedar ritual tahunan biasa, namun  juga terkait dengan kepercayaan. Masih sama masakan nusantara untuk makanan upacara adat maupun keagamaan yang lainnya, ternyata makanan khas Tahun Baru Imlek ini juga sarat dengan beragam macam serta makna yang simbolik.

makna ikan bandeng
makna ikan bandeng

Berdasar pada kepercayaan orang-orang Tionghoa yang pada umumnya ini selalu menyediakan 12 macam masakan serta 12 macam kue yang mewakili lambang shio yang berjumlah 12. Adapun hidangan yang dipilih ini biasanya masakan yang memiliki arti yang berkaitan dengan kemakmuran, panjang umur serta kebahagiaan dan keselamatan. Dan salah satu masakan nusantara utama ialah ikan bandeng yang dimana diartikan sebagai lambang rezeki, sebab di dalam logat Mandarin kata ikan ini sama bunyinya dengan kata yu yang artinya rezeki. Maka dari itu, dibanyak restoran Tionghoa ini juga selalu ada aquarium ikan mas yang dilambangkan sebagai rejeki yang dilumuri dengan emas yang sangat berlimpah.

Untuk itu, tidak heran bila setiap jamuan makan besar tradisi Cina, masakan ikan ini juga selalu ditampilkan pada akhir jamuan. Terkadang ikan ini juga disajikan dalam kedaan utuh dari kepala sampai ekornya. Adapun pada bagian kepalanya ini seringkali diarahkan pada tamu kehormatan yang hadir. Apabila hadir dalam sebuah jamuan makan besar serta menjumpai hal ini, maka janganlah tersinggung. Karena masakan nusantara khusunya ikan ini sebagai bentuk penghormatan yang diberikan pada tamu kehormatan.

Sebagai salah satu bagian sejarah kuliner Indonesia, ikan bandeng ini dalam perayaan imlek terkadang diolah menjadi pindang yang memiliki sejumlah dongeng dan juga cerita. Namun sebagai sajian kuliner, masakan nusantara yang berkuah ikan ini dibilang tergolong langka, terlebih di Jawa.  Adapun kandungan gizi dari Ikan Bandeng ini juga tidak diragukan sebab mempunyai kandungan gizi yang jauh lebih baik bila dibanding dengan ikan Salmon. Karena kandungan Omega-3 ikan Bandeng ini enam kali lebih tinggi dibanding ikan Salmon.

Ikan bandeng ini juga menjadi primadona di dalam sajian Imlek dan mempunyai filosofi bagian dari unsur-unsur alam yang bersimbol hidup hemat serta awet muda, dan secara makna yang lebih mendalam merupakan simbol penghormatan. Adapun seorang anggota keluarga yang tidak membawa ikan bandeng pada orang yang lebih tua misalnya seperti orang tua serta mertua maka dianggap tidak memiliki liangsim maupun kesopanan.

Bandeng ini juga banyak dikenal sebagai ikan air tawar, akan tetapi habitat asli dari ikan bandeng ini sebetunya di laut, naumn ikan ini bisa hidup di air tawar atau air payau. Di dalam perayaan pengantin seperti budaya membawa ikan bandeng juga sangatlah penting sebab di artikan sebagai semakin besar mata bandeng yang dibawa oleh pengantin laki-laki, maka semakin besar juga berlian yang dibawa sebab mata bandeng ini melambangkan berlian di dalam upacara perkawinan orang Tionghoa.

Dan selain masakan nusantara yang wajib disajikan, ada pula makanan yang sebaiknya dihindari maupun dipantangkan seperti bubur, karena ini melambangkan kemiskinan maupun kesusahan. Maklum ketika musim kelaparan di Tiongkok mereka tidak dapat menyajikan nasi. Dan di samping itu, makanan-makanan yang berasa pahit seperti pare dan juga fumak atau sejenis sayuran mirip dengan selada alangkah lebih baik dihindari karena makanan tersebut juga melambangkan kepahitan hidup.

Chat WA Dengan Kami - Ms Shinta